Menu akurat logo

Connect with us

[Infografis] 9 Fakta Memilukan Etnis Rohingya

Infografis  /  Internasional  /  Senin, 04 September 2017 19:52 WIB  / 909 Views

AKURAT.CO, Saat ini etnis Rohingya sedang mengalami tindak kekerasan. Korban jiwa sudah berjatuhan sangat banyak, akibat aksi brutal dari militer Myanmar. Mereka juga diusir dari negaranya. Kini, nasib mereka terkatung-katung.

Siapa sebenarnya etnis Rohingya ini? Bagaimana nasib mereka selama ini? Dilansir dari al Jazeera pada Senin (4/9), berikut sembilan fakta tentang etnis Rohingya:

Pertama, etnis Rohingya adalah kelompok etnis Muslim yang telah tinggal berabad-abad di Myanmar. Mereka hidup ditengah-tengah mayoritas penganut Budha. Saat ini, ada sekitar 1,1 juta Muslim Rohingya yang tinggal di negara Asia Tenggara. Organisasi Nasional Arakan Rohingya mengatakan: "Rohingya telah tinggal di Arakan sejak dahulu kala." Namun keberadaan mereka selalu ditolak. 

Kedua, tak lama setelah kemerdekaan Myanmar dari Inggris pada tahun 1948, Undang-undang Kewarganegaraan Uni disahkan. UU ini menentukan etnis mana yang bisa mendapatkan kewarganegaraan. Menurut laporan tahun 2015 oleh Klinik Hak Asasi Manusia Internasional di Yale Law School, Rohingya tidak disertakan. Mereka tidak dianggap sebagai salah satu dari 135 kelompok etnis resmi Myanmar.

Ketiga, etnis Rohingya berbicara dengan bahasa Ruaingga, sebuah dialek yang berbeda dengan bahasa pada umumnya di Myanmar.

Keempat, mayoritas etnis Rohingya di Myanmar tinggal di negara bagian pesisir barat Rakhine dan tidak diizinkan pergi tanpa izin dari pemerintah. Ini salah satu kawasan termiskin di Myanmar.

Kelima, karena kekerasan dan penganiayaan yang terus berlanjut, ratusan ribu etnis Rohingya telah melarikan diri ke negara-negara tetangga baik melalui darat atau kapal. Hal ini terjadi sudah selama beberapa dekade.

Keenam, setelah kudeta militer 1962 di Myanmar, keadaan berubah secara dramatis bagi Rohingya. Semua warga negara diminta untuk mendapatkan kartu registrasi nasional. Rohingya hanya diberi kartu identitas warga negara asing, yang membatasi akses pekerjaan dan pendidikan mereka.

Ketujuh, sejak tahun 1970an, sejumlah tindakan keras terhadap etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine telah memaksa ratusan ribu orang untuk melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh, Malaysia, Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Selama periode ini, mereka mengalami pemerkosaan, penyiksaan, pembakaran dan pembunuhan oleh pasukan keamanan Myanmar.

Kedelapan, pada November 2016, seorang pejabat Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan pemerintah Myanmar telah melakukan genosida atas Muslim Rohingya. Namun ini bukan pertama kalinya tuduhan semacam itu dilakukan. Pada bulan April 2013, misalnya, Human Rights Watch (HRW) mengatakan bahwa Myanmar sedang melakukan kampanye pembersihan etnis terhadap Rohingya.

Kesembilan, sejak akhir 1970-an, hampir satu juta Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar karena penganiayaan yang semakin meluas. Menurut data terbaru PBB di bulan Mei, lebih dari 168.000 orang Rohingyatelah meninggalkan Myanmar sejak tahun 2012.[]



Infografis Lainnya